Senin, 16 Mei 2016

Orang Kaya dan Orang Miskin Sama Saja?


Kaya dan miskin sama saja, Apa betul seperti itu?
Sebelumnya, Seandainya manusia diberi pilihan, apakah dia akan menjadi orang kaya atau miskin, pasti kebanyakan orang akan memilih menjadi orang kaya.
Padahal belum tentu kebaikan itu baik untuknya di dunia maupun di akhirat.
Namun sayangnya, kita tidak diberi pilihan. Kita hanya diperintahkan untuk berusaha dan berdoa. Adapun hasilnya terserah Allah Swt.
Kaya atau miskin sama saja.
Karena masing-masing dari orang kaya dan orang miskin punya kelebihan.
Orang miskin punya kelebihan, orang kaya pun punya kelebihan.
Apa kelebihannya orang miskin?

Kelebihannya orang miskin ada dalam hadis Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan beliau menyatakan hadis ini Hasan Shahih.
Kata Nabi Saw, “ Orang miskin masuk ke surga sebelum orang kaya setengah hari”.
Setengah hari di akhirat beda dengan setengah hari di dunia.
Kata Nabi, “Setengah hari di akhirat sama dengan 500 tahun hitungan waktu di dunia”

Jadi orang miskin duluan masuk ke surga karena orang miskin tidak banyak yang ditanya sama Allah Swt.
Beda dengan orang kaya, hartanya banyak maka pertanyaannya pun banyak.
Dapat darimana uangnya? dipakai buat apa? Setiap rupiah akan ditanyakan.
Inilah kelebihannya orang miskin, orang miskin akan masuk duluan ke surga sebelum orang kaya.

Terus kelebihannya orang kaya apa?
Kelebihannya orang kaya disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Ceritanya ada sekelompok sahabat Nabi Saw yang miskin datang kepada Nabi saw. Mereka datang  untuk mengadu. “Wahai Rasul, orang-orang kaya pahalanya lebih banyak daripada kami orang miskin. Mereka yang kaya sholat sebagaimana kami sholat, mereka puasa sebagaimana kami puasa. Tapi mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta yang mereka miliki. Inilah yang membuat kami kalah wahai Rasul, bahkan mereka bisa berhaji, mereka bisa umrah, mereka bisa zakat sementara kami tidak bisa. Terus bagaimana kami bisa mengejar pahala yang dimiliki oleh mereka yang kaya ?”
Apa kata Nabi Saw?
“Wahai para sahabatku mau kah aku tunjukkan dengan suatu amalan, yang andaikan kalian melaksanakan amalan ini, maka kalian bisa mengejar orang-orang kaya ?”
“Apa wahai rasul?“ jawab sahabat itu.
Rasul pun melanjutkan, “ Mudah saja, ucapkanlah tasbih 33x, tahmid 33x, takbir 33x setiap habis sholat”.

Akhirnya sahabat tersebut berusaha untuk mengamalkan yang sudah diajarkan oleh Nabi Saw.
Namun kisah tersebut tidak berakhir sampai disini.

Di dalam riwayat At-Thabrani yang dinilai shahih oleh Al-Albani. Bahwa manakala orang-orang miskin mengamalkan apa-apa yang diajarkan setelah sholat. Ternyata orang-orang kaya nguping atau “mendengarkan” apa-apa yang dibacakan oleh orang-orang miskin. Mereka pun penasaran dan akhirnya mengetahui bahwa orang-orang miskin punya amalan baru yaitu membaca tasbih 33x, tahmid 33x, dan takbir 33x setelah habis sholat.
Orang-orang kaya pun mengamalkan amalan yang serupa.
“Wah Kalau kayak itu bagaimana kami bisa mengejar orang kaya?” Kata orang-orang miskin.
Akhirnya orang-orang miskin pun mengadu lagi kepada Nabi Saw.
“Wahai Rasul, teman-teman kami, orang-orang kaya itu mendengar apa yang engkau nasehati kepada kami dan akhirnya mereka melakukan hal yang serupa, terus bagaimana ini Ya Rasul?”
Apakah Nabi akan memberikan amalan yang lainnya?
Ternyata tidak.
Nabi Saw berkata, “Wahai para sahabatku orang-orang miskin, itulah karunia Allah yang Allah berikan kepada siapapun yang Allah kehendaki.”

Jadi kaya dan miskin sama saja, sama-sama punya kelebihan.
Tapi jangan lupa, bahwasanya masing-masing punya kelebihan tapi juga masing-masing menghadapi ranjau-ranjau atau perangkap yang sangat berbahaya.
Ini yang harus kita ingat.

Apa ranjaunya orang kaya dan apa ranjaunya orang miskin?
Orang kaya ranjaunya banyak. Diantaranya adalah:
1. Orang kaya bisa saja ia mencari kekayaannya dengan cara-cara yang haram.
2. Ranjau lainnya adalah sombong atau angkuh.
3. Banyak orang kaya tidak menunaikan zakatnya, akhirnya bercampurlah yang halal dengan yang haram, yang harusnya tidak masuk ke dalam perut dia , dia masukkan ke dalam perutnya.
4. Dan masih ada ranjau-ranjau lainnya.

Kemudian ranjau-ranjau orang miskin juga banyak, diantaranya:
1.  Jangan gara-gara kemiskinannya, kemudian ia merendahkan martabatnya untuk minta-minta tanpa ada kebutuhan.
2. Diantara orang miskin ada yang tidak ridha dengan takdir Allah Swt.
3. Iri dan dengki kepada orang kaya.
4. Dan lain-lain.

Kesimpulannya:
Kaya dan miskin sama saja. Sama-sama punya ranjau dan punya kelebihan.
Maka sekarang tidaklah kita memperpanjang permasalahan: Lebih baik jadi orang kaya atau jadi orang miskin..

Tetapi Lebih baik:
Kalau Anda termasuk orang kaya, jadilah orang kaya yang bersyukur kepada Allah Swt.
Kalau Anda termasuk orang miskin, jadilah orang miskin yang bersabar kepada Allah Swt.

Semoga apa yang sedikit ini bermanfaat untuk kita semua.
Terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf atas kekurangannya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Sumber:

Ceramah Ust. Abdullah Zaen, Simak kajian lengkapnya disini !
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar