Kaya dan miskin sama saja, Apa betul
seperti itu?
Sebelumnya, Seandainya manusia diberi
pilihan, apakah dia akan menjadi orang kaya atau miskin, pasti kebanyakan orang
akan memilih menjadi orang kaya.
Padahal belum tentu kebaikan itu baik
untuknya di dunia maupun di akhirat.
Namun sayangnya, kita tidak diberi pilihan.
Kita hanya diperintahkan untuk berusaha dan berdoa. Adapun hasilnya terserah
Allah Swt.
Kaya atau miskin sama saja.
Karena masing-masing dari orang kaya dan
orang miskin punya kelebihan.
Orang miskin punya kelebihan, orang kaya
pun punya kelebihan.
Apa kelebihannya orang miskin?
Kelebihannya orang miskin ada dalam hadis
Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan beliau menyatakan hadis
ini Hasan Shahih.
Kata Nabi Saw, “ Orang miskin masuk ke
surga sebelum orang kaya setengah hari”.
Setengah hari di akhirat beda dengan
setengah hari di dunia.
Kata Nabi, “Setengah hari di akhirat sama
dengan 500 tahun hitungan waktu di dunia”
Jadi orang miskin duluan masuk ke surga karena orang miskin tidak banyak yang ditanya sama Allah Swt.
Beda dengan orang kaya, hartanya banyak
maka pertanyaannya pun banyak.
Dapat darimana uangnya? dipakai buat apa? Setiap
rupiah akan ditanyakan.
Inilah kelebihannya orang miskin, orang
miskin akan masuk duluan ke surga sebelum orang kaya.
Terus kelebihannya orang kaya apa?
Kelebihannya orang kaya disebutkan dalam
sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Ceritanya ada sekelompok sahabat Nabi Saw yang miskin datang kepada Nabi saw. Mereka datang untuk mengadu. “Wahai Rasul, orang-orang kaya pahalanya lebih banyak daripada kami orang miskin. Mereka yang kaya sholat sebagaimana kami sholat, mereka puasa sebagaimana kami puasa. Tapi mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta yang mereka miliki. Inilah yang membuat kami kalah wahai Rasul, bahkan mereka bisa berhaji, mereka bisa umrah, mereka bisa zakat sementara kami tidak bisa. Terus bagaimana kami bisa mengejar pahala yang dimiliki oleh mereka yang kaya ?”
Ceritanya ada sekelompok sahabat Nabi Saw yang miskin datang kepada Nabi saw. Mereka datang untuk mengadu. “Wahai Rasul, orang-orang kaya pahalanya lebih banyak daripada kami orang miskin. Mereka yang kaya sholat sebagaimana kami sholat, mereka puasa sebagaimana kami puasa. Tapi mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta yang mereka miliki. Inilah yang membuat kami kalah wahai Rasul, bahkan mereka bisa berhaji, mereka bisa umrah, mereka bisa zakat sementara kami tidak bisa. Terus bagaimana kami bisa mengejar pahala yang dimiliki oleh mereka yang kaya ?”
Apa kata Nabi Saw?
“Wahai para sahabatku mau kah aku tunjukkan
dengan suatu amalan, yang andaikan kalian melaksanakan amalan ini, maka kalian
bisa mengejar orang-orang kaya ?”
“Apa wahai rasul?“ jawab sahabat itu.
Rasul pun melanjutkan, “ Mudah saja,
ucapkanlah tasbih 33x, tahmid 33x, takbir 33x setiap habis sholat”.
Akhirnya sahabat tersebut berusaha untuk mengamalkan yang sudah diajarkan oleh Nabi Saw.
Namun kisah tersebut tidak berakhir sampai
disini.
Di dalam riwayat At-Thabrani yang dinilai shahih oleh Al-Albani. Bahwa manakala orang-orang miskin mengamalkan apa-apa yang diajarkan setelah sholat. Ternyata orang-orang kaya nguping atau “mendengarkan” apa-apa yang dibacakan oleh orang-orang miskin. Mereka pun penasaran dan akhirnya mengetahui bahwa orang-orang miskin punya amalan baru yaitu membaca tasbih 33x, tahmid 33x, dan takbir 33x setelah habis sholat.
Orang-orang kaya pun mengamalkan amalan yang
serupa.
“Wah Kalau kayak itu bagaimana kami bisa
mengejar orang kaya?” Kata orang-orang miskin.
Akhirnya orang-orang miskin pun mengadu
lagi kepada Nabi Saw.
“Wahai Rasul, teman-teman kami, orang-orang
kaya itu mendengar apa yang engkau nasehati kepada kami dan akhirnya mereka
melakukan hal yang serupa, terus bagaimana ini Ya Rasul?”
Apakah Nabi akan memberikan amalan yang
lainnya?
Ternyata tidak.
Nabi Saw berkata, “Wahai para sahabatku
orang-orang miskin, itulah karunia Allah yang Allah berikan kepada siapapun
yang Allah kehendaki.”
Jadi kaya dan miskin sama saja, sama-sama punya kelebihan.
Tapi jangan lupa, bahwasanya masing-masing
punya kelebihan tapi juga masing-masing menghadapi ranjau-ranjau atau perangkap
yang sangat berbahaya.
Ini yang harus kita ingat.
Apa ranjaunya orang kaya dan apa ranjaunya orang miskin?
Orang kaya ranjaunya banyak. Diantaranya
adalah:
1. Orang kaya bisa saja ia mencari
kekayaannya dengan cara-cara yang haram.
2. Ranjau lainnya adalah sombong atau
angkuh.
3. Banyak orang kaya tidak menunaikan
zakatnya, akhirnya bercampurlah yang halal dengan yang haram, yang harusnya
tidak masuk ke dalam perut dia , dia masukkan ke dalam perutnya.
4. Dan masih ada ranjau-ranjau lainnya.
Kemudian ranjau-ranjau orang miskin juga banyak, diantaranya:
1.
Jangan gara-gara kemiskinannya, kemudian ia merendahkan martabatnya
untuk minta-minta tanpa ada kebutuhan.
2. Diantara orang miskin ada yang tidak
ridha dengan takdir Allah Swt.
3. Iri dan dengki kepada orang kaya.
4. Dan lain-lain.
Kesimpulannya:
Kaya dan miskin sama saja. Sama-sama punya
ranjau dan punya kelebihan.
Maka sekarang tidaklah kita memperpanjang
permasalahan: Lebih baik jadi orang kaya atau jadi orang miskin..
Tetapi Lebih baik:
Kalau Anda termasuk orang kaya, jadilah
orang kaya yang bersyukur kepada Allah Swt.
Kalau Anda termasuk orang miskin, jadilah
orang miskin yang bersabar kepada Allah Swt.
Semoga apa yang sedikit ini bermanfaat untuk kita semua.
Terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf
atas kekurangannya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakaatuh.
Sumber:
Ceramah Ust. Abdullah Zaen, Simak kajian
lengkapnya disini !
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:
Posting Komentar